EVALUASI
1.
Pengerian Evaluasi
Mohammad ali (2001 : 2) mengemukakan
bahwa evaluasi dapat diartikan secara luas ataupun sempit. Hal itu dapat
dilihat dari siapa yang melakukan evaluasi. Evaluasi secara menyeluruh antara
lain mencakup penilaian apa yang dilaporkan dan apa yang dihasilkan,penilaian
atas pencapaian hasil, penilaian atas aktivitas, program kebijakan dan
keselarasan tujuan dan sasaran dengan visi misi organisasi, penilaian atas
akuntabilitas keuangan dan ketaatan pada peraturan perundang-undang, penilaian
hasil kinerja pegawai, penilaian kinerja pengawas, penilaian atas rencana masa
depan, penilaian atas tanggapan pegawai, pelanggan atau pihak ketiga lainnya.
Biasa dilakukan oleh eksternal evaluator.
Suatu evaluasi memiliki karakteristik
yang membedakannya dari analisi yaitu :
1.
Focus nilai. Evaluasi ditujukan
kepada pemberian nilai dari suatu kebijakan, menentukan manfaat atau kegunaan
bukan sekedar usaha untuk mengumpulkan informasi mengenai sesuatu hal.
Ketepatan suatu tujuan maupun sasaran pada umumnya meru[akan hal yang dijawab
oleh karena itu evaluasi mencakup prosedur untuk mengevaluasi tujuan dan
sasaran itu sendiri.
2.
Interpedensi Fakta-Nilai.
Evaluasi tidak hanya bergantung pada “Fakta” semata namun juga terhadap “Nilai”
untuk memberikan penyataan bahwa suatu kebajikan, program atau kegiatan telah
mencapai hasil maksimal atau minimal bagi seseorang.
3.
Orientasi Masa Kini dan Masa
Lampau. Evaluasi bersifat retrospektif,
dan berkaitan dengan tindakan-tindakan yang telah dilakukan.rekomendasi yang
dihasilkan suatu evaluasi bersifat prospektif dan dibuat sebelum aksi tindakan
dilakukan.
4.
Dualitas Nilai. Nilai yang ada
dari suatu evaluasi mempunyai kualitas ganda. Karena evaluasi dipandang sebagai
tujuan dan sekaligus cara.
2.
Fungsi, Tujuan dan Argumen
Evaluasi Kebijakan Publik
a.
Fungsi
1.
Memberi informasi yang valid
mengenai kinerja keijakan, program dan kegiatan, yaitu mengenai seberapa jauh
kebutuhan, nilai dan kesempatan telah dicapai.
2.
Memberi sumbangan pada
klarifikasi dan kritik. Evaluasi memberi sumbangan pada klarifikasi dan kritik
terhadap tujuan dan target. Nilai diperjelas dengan mendefinisikan dan
mengoperasikan tujuan dan target.
3.
Memberi sumbangan pada aplikasi
metode ananlisis kebijakan, termasuk perumusan masalah dan rekomendasinya.
b.
Tujuan
1.
menentukan tingkat kinerja
suatu kebijakan
2.
mengukur tingkat efisiensi
suatu kebijakan
3.
mengukur tingkat pengeluaran
suatu kebijakan
4.
mengukur dampak suatu kebijakan
5.
untuk mengetahui apaila ada penyimpangan
6.
sebagai bahan masukan untuk
kebijakan yang akan dating.
c.
Argument
1.
Untuk mengetahui tingkat
efektivitas suatu kebijakan
2.
Mengetahui apakah suatu
kebijakan berhasil atau gagal
3.
Memenuhi aspek akuntabilitas
public
4.
Menunjuk pada stakeholder
manfaat suatu kebijakan
5.
Agar tidak mengulangi kesalahan
yang sama
Pendekatan Evaluasi
Menurut Dunn (1994), dalam melakukan evaluasi kebijakan ada tiga
jenis pendekatan evaluasi yaitu :
1.
Evaluasi semu
2.
Evaluasi formal
3.
Evaluasi keputusan teoritis
1.
Evaluasi semu
Pendekatan evaluasi
yang menggunakan metode deskriptif untuk menghasilkan informasi terpercaya dan
valid mengenai hasil-hasil kebijakan, tanpa menanyakan manfaat atau nilai dari
hasil kebijakan, terhadap individu, kelompok dan masyarakat
2.
Evaluasi formal
Pendekatan evaluasi
yang menggunakan metode deskriptif untuk menghasilkan informasi terpercaya dan
valid mengenai sasaran program kebijakan
3.
Evaluasi keputusan teoritis
Pendekatan evaluasi yang
menggunakan metode deskriptif untuk menghasilkan informasi terpercaya dan valid
dan dapat dipertanggung jawabkan mengenai hasil-hasil yang secara eksplisit
dinilai oleh pelaku kebijakan.
Kegiatan Evaluasi memutuhkan data dan informasi yang
berhubungan dengan kebijakan atau program yang dijalankan sebagai bahan atau
program yang dijalankan untuk melakukan penilaian. Untuk menilai suatu
keberhasilan sebuah kebijakan perlu dipertimbangkan beberapa indicator, karena
penggunaan indicator yang tunggal akan membahayakan, dalam arti hasil penilaian
dapat bisa dari yang sesungguhnya. Dalam evaluasi dampak program juga harus
mecermati bahwa dampai yang terjadi betul-betul akibat dari program lain. Untuk
itu, perlu adanya pertanyaan check dan recheck. Ada beberapa kendala evaluasi
yang membuat program sering hanya berhenti pada tahap implementasi tanpa tahap
evaluasi. Adapun kendala tersebut yakni ; (1) kendala psikologis ; (2) kendala
ekonomis ; (3) kendala teknis ; (4) kendala politis : (5) kurang tesedianya
evaluator.
B.
Permasalahan
Jumat, 27 Desember 2013
C.
Analisis
Dari permasalahan yang diatas, dapat kita evaluasi mulai dari
1.
Keefektivitasan
Apakah hasil yang
diinginkan telah tercapai? Mungkin sudah tercapai, karena bus Trans Padang
dihadirkan tanpa ada alasan.
2.
Kecukupan
Seberapa jauh hasil
yang telah tercapai dapat memecahkan masalah? Untuk saat ini hasil yang telah
dicapai pemerintah dalam menghadirkan Bus Trans Padang cukup bagus. Kenapa?
Karena dalam paparan Kasat Lantas Polres Padang, Kompol Gatot Istanto berharap
dapat mengurangi kemacetan yang diakibatkan penggunaan pribadi.
3.
Pemerataan
Apakah biaya dan
manfaat didistribusikan bus Trans Padang merata kepada kelompok masyarakat
berbeda? iya! Karena pada tarif bus Trans Padang sudah ditetapkan bagi umum
Rp.3.500, dan anak sekolah Rp.1.500, . ini sudah membuktikan bahwa tidak adanya
kesetimpangan antara masyarakat bak dari golongan atas maupun menengah.
4.
Responsivitas
Apakah hasil
kebijakan memuat nilai kelompok dan dapat memuaskan mereka? Hasil kebijakannya
positif dan memuaskan. Karena bus trans Padang dilengkapi keamanan, kenyamanan
bagi penumpang. Seperti, AC, CCTV, Dll.
5.
Ketepatan
Apakah hasil yang dicapai
bermanfaat? Tentu bermanfaat. Kenapa? Karena kehadiran bus Trans Padang dapat
meminimalisir kemacetan yang diakibatkan oleh kendaraan pribadi dan dapat
menjadi salah satu kendaraan yang aman tidak halnya dengan angkot yang sama
kita ketahui bagaimana perbedaan naik trans Padang dengan Angkot.