Sabtu, 07 Maret 2015

Evaluasi Kebijakan

EVALUASI
1.       Pengerian Evaluasi
Mohammad ali (2001 : 2) mengemukakan bahwa evaluasi dapat diartikan secara luas ataupun sempit. Hal itu dapat dilihat dari siapa yang melakukan evaluasi. Evaluasi secara menyeluruh antara lain mencakup penilaian apa yang dilaporkan dan apa yang dihasilkan,penilaian atas pencapaian hasil, penilaian atas aktivitas, program kebijakan dan keselarasan tujuan dan sasaran dengan visi misi organisasi, penilaian atas akuntabilitas keuangan dan ketaatan pada peraturan perundang-undang, penilaian hasil kinerja pegawai, penilaian kinerja pengawas, penilaian atas rencana masa depan, penilaian atas tanggapan pegawai, pelanggan atau pihak ketiga lainnya. Biasa dilakukan oleh eksternal evaluator.
Suatu evaluasi memiliki karakteristik yang membedakannya dari analisi yaitu :
1.       Focus nilai. Evaluasi ditujukan kepada pemberian nilai dari suatu kebijakan, menentukan manfaat atau kegunaan bukan sekedar usaha untuk mengumpulkan informasi mengenai sesuatu hal. Ketepatan suatu tujuan maupun sasaran pada umumnya meru[akan hal yang dijawab oleh karena itu evaluasi mencakup prosedur untuk mengevaluasi tujuan dan sasaran itu sendiri.
2.       Interpedensi Fakta-Nilai. Evaluasi tidak hanya bergantung pada “Fakta” semata namun juga terhadap “Nilai” untuk memberikan penyataan bahwa suatu kebajikan, program atau kegiatan telah mencapai hasil maksimal atau minimal bagi seseorang.
3.       Orientasi Masa Kini dan Masa Lampau.  Evaluasi bersifat retrospektif, dan berkaitan dengan tindakan-tindakan yang telah dilakukan.rekomendasi yang dihasilkan suatu evaluasi bersifat prospektif dan dibuat sebelum aksi tindakan dilakukan.
4.       Dualitas Nilai. Nilai yang ada dari suatu evaluasi mempunyai kualitas ganda. Karena evaluasi dipandang sebagai tujuan dan sekaligus cara.


2.       Fungsi, Tujuan dan Argumen Evaluasi Kebijakan Publik
a.       Fungsi
1.       Memberi informasi yang valid mengenai kinerja keijakan, program dan kegiatan, yaitu mengenai seberapa jauh kebutuhan, nilai dan kesempatan telah dicapai.
2.       Memberi sumbangan pada klarifikasi dan kritik. Evaluasi memberi sumbangan pada klarifikasi dan kritik terhadap tujuan dan target. Nilai diperjelas dengan mendefinisikan dan mengoperasikan tujuan dan target.
3.       Memberi sumbangan pada aplikasi metode ananlisis kebijakan, termasuk perumusan masalah dan rekomendasinya.
b.      Tujuan
1.       menentukan tingkat kinerja suatu kebijakan
2.       mengukur tingkat efisiensi suatu kebijakan
3.       mengukur tingkat pengeluaran suatu kebijakan
4.       mengukur dampak suatu kebijakan
5.       untuk mengetahui apaila ada penyimpangan
6.       sebagai bahan masukan untuk kebijakan yang akan dating.
c.       Argument
1.       Untuk mengetahui tingkat efektivitas suatu kebijakan
2.       Mengetahui apakah suatu kebijakan berhasil atau gagal
3.       Memenuhi aspek akuntabilitas public
4.       Menunjuk pada stakeholder manfaat suatu kebijakan
5.       Agar tidak mengulangi kesalahan yang sama
Pendekatan Evaluasi
Menurut Dunn (1994), dalam melakukan evaluasi kebijakan ada tiga jenis pendekatan evaluasi yaitu :
1.       Evaluasi semu
2.       Evaluasi formal
3.       Evaluasi keputusan teoritis


1.       Evaluasi semu
Pendekatan evaluasi yang menggunakan metode deskriptif untuk menghasilkan informasi terpercaya dan valid mengenai hasil-hasil kebijakan, tanpa menanyakan manfaat atau nilai dari hasil kebijakan, terhadap individu, kelompok dan masyarakat
2.       Evaluasi formal
Pendekatan evaluasi yang menggunakan metode deskriptif untuk menghasilkan informasi terpercaya dan valid mengenai sasaran program kebijakan
3.       Evaluasi keputusan teoritis
Pendekatan evaluasi yang menggunakan metode deskriptif untuk menghasilkan informasi terpercaya dan valid dan dapat dipertanggung jawabkan mengenai hasil-hasil yang secara eksplisit dinilai oleh pelaku kebijakan.
Kegiatan Evaluasi memutuhkan data dan informasi yang berhubungan dengan kebijakan atau program yang dijalankan sebagai bahan atau program yang dijalankan untuk melakukan penilaian. Untuk menilai suatu keberhasilan sebuah kebijakan perlu dipertimbangkan beberapa indicator, karena penggunaan indicator yang tunggal akan membahayakan, dalam arti hasil penilaian dapat bisa dari yang sesungguhnya. Dalam evaluasi dampak program juga harus mecermati bahwa dampai yang terjadi betul-betul akibat dari program lain. Untuk itu, perlu adanya pertanyaan check dan recheck. Ada beberapa kendala evaluasi yang membuat program sering hanya berhenti pada tahap implementasi tanpa tahap evaluasi. Adapun kendala tersebut yakni ; (1) kendala psikologis ; (2) kendala ekonomis ; (3) kendala teknis ; (4) kendala politis : (5) kurang tesedianya evaluator.



B.      Permasalahan
Jumat, 27 Desember 2013
C.      Analisis
Dari permasalahan yang diatas, dapat kita evaluasi mulai dari
1.       Keefektivitasan
Apakah hasil yang diinginkan telah tercapai? Mungkin sudah tercapai, karena bus Trans Padang dihadirkan tanpa ada alasan.
2.       Kecukupan
Seberapa jauh hasil yang telah tercapai dapat memecahkan masalah? Untuk saat ini hasil yang telah dicapai pemerintah dalam menghadirkan Bus Trans Padang cukup bagus. Kenapa? Karena dalam paparan Kasat Lantas Polres Padang, Kompol Gatot Istanto berharap dapat mengurangi kemacetan yang diakibatkan penggunaan pribadi.
3.       Pemerataan
Apakah biaya dan manfaat didistribusikan bus Trans Padang merata kepada kelompok masyarakat berbeda? iya! Karena pada tarif bus Trans Padang sudah ditetapkan bagi umum Rp.3.500, dan anak sekolah Rp.1.500, . ini sudah membuktikan bahwa tidak adanya kesetimpangan antara masyarakat bak dari golongan atas maupun menengah.
4.       Responsivitas
Apakah hasil kebijakan memuat nilai kelompok dan dapat memuaskan mereka? Hasil kebijakannya positif dan memuaskan. Karena bus trans Padang dilengkapi keamanan, kenyamanan bagi penumpang. Seperti, AC, CCTV, Dll.
5.       Ketepatan

Apakah hasil yang dicapai bermanfaat? Tentu bermanfaat. Kenapa? Karena kehadiran bus Trans Padang dapat meminimalisir kemacetan yang diakibatkan oleh kendaraan pribadi dan dapat menjadi salah satu kendaraan yang aman tidak halnya dengan angkot yang sama kita ketahui bagaimana perbedaan naik trans Padang dengan Angkot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar